Selasa, 25 Mei 2021

Ada Apa dibalik Overthinking?

"Hal yang membuat saya biasanya sering overthinking adalah ketika saya membuat suatu kesalahan dan terus saya pikirkan, juga kalau saya membuat suatu karya atau pun ikut lomba dan lainnya saya selalu overthinking, takutnya takut salah, takut kalau karyaku itu ga bagus." Ujar Meisya, mahasiswi Universitas Tadulako.

Sama seperti Meisya, apa kamu juga sering overthinking?

Kalau iya, berarti kamu harus baca ini.



Overthinking adalah masa di mana kita seringkali terlalu memikirkan dan mengkhawatirkan suatu hal secara berlebihan. Penyebabnya hanya satu, yakni rasa takut. Kamu takut kalau sesuatu itu tidak terjadi atau berjalan seperti apa yang kamu inginkan.

Contohnya, kamu ingin suatu agenda yang kamu rancang berjalan dengan baik, tapi karena rasa takut, kamu mulai memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang belum mungkin terjadi.

Contoh berikutnya kamu baru saja membuat kesalahan dan karena rasa takut, kamu jadi memikirkan banyak dampak buruk atas kesalahanmu.

Contohnya lagi, kamu punya pengalaman buruk di masa lalu dan karena rasa takut akan terjadi kembali  kamu tak ingin bertemu atau melakukan hal yang sama.

Intinya semua itu karena rasa takut. Kamu terlalu takut untuk menerima dan berhadapan dengan sesuatu yang sebenarnya belum tentu akan terjadi.

Jadi jika ditanya ada apa dibalik overtinking, jawabannya ada rasa takut yang tak berujung.

Lalu bagaimana mengatasinya?

Untuk setiap hal yang kamu tak ingin itu terjadi, berusahalah untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat membuat itu terjadi.

Untuk setiap kesalahan yang sudah kamu lakukan, kamu harus menerima dampaknya dan yakinlah akan selalu ada pembelajaran di setiap kesalahan.

Dan untuk pengalaman buruk di masa lalu, janganlah kamu bersembunyi dari itu. Jadikan itu sebagai pengalaman yang menjadikanmu kuat karena bisa melewatinya sampai saat ini.

Terakhir, ayo atasi overtinkingmu dengan keyakinanmu terhadap Allah. Kamu harus yakin bahwa apa yang sudah terjadi dan yang akan terjadi, semua itu terjadi atas ketentuan dan izin Allah.

 

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
(QS. Al-Baqarah: 216)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar