"Hal
yang membuat saya biasanya sering overthinking adalah ketika saya membuat suatu
kesalahan dan terus saya pikirkan, juga kalau saya membuat suatu karya atau pun
ikut lomba dan lainnya saya selalu overthinking, takutnya takut salah, takut
kalau karyaku itu ga bagus." Ujar Meisya, mahasiswi Universitas Tadulako.
Sama
seperti Meisya, apa kamu juga sering overthinking?
Kalau
iya, berarti kamu harus baca ini.
Overthinking
adalah masa di mana kita seringkali terlalu memikirkan dan mengkhawatirkan suatu
hal secara berlebihan. Penyebabnya hanya satu, yakni rasa takut. Kamu takut
kalau sesuatu itu tidak terjadi atau berjalan seperti apa yang kamu inginkan.
Contohnya,
kamu ingin suatu agenda yang kamu rancang berjalan dengan baik, tapi karena
rasa takut, kamu mulai memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang belum mungkin
terjadi.
Contoh
berikutnya kamu baru saja membuat kesalahan dan karena rasa takut, kamu jadi
memikirkan banyak dampak buruk atas kesalahanmu.
Contohnya
lagi, kamu punya pengalaman buruk di masa lalu dan karena rasa takut akan
terjadi kembali kamu tak ingin bertemu atau
melakukan hal yang sama.
Intinya
semua itu karena rasa takut. Kamu terlalu takut untuk menerima dan berhadapan
dengan sesuatu yang sebenarnya belum tentu akan terjadi.
Jadi
jika ditanya ada apa dibalik overtinking, jawabannya ada rasa takut yang tak
berujung.
Lalu
bagaimana mengatasinya?
Untuk
setiap hal yang kamu tak ingin itu terjadi, berusahalah untuk tidak melakukan
hal-hal yang dapat membuat itu terjadi.
Untuk
setiap kesalahan yang sudah kamu lakukan, kamu harus menerima dampaknya dan
yakinlah akan selalu ada pembelajaran di setiap kesalahan.
Dan
untuk pengalaman buruk di masa lalu, janganlah kamu bersembunyi dari itu. Jadikan
itu sebagai pengalaman yang menjadikanmu kuat karena bisa melewatinya sampai
saat ini.
Terakhir,
ayo atasi overtinkingmu dengan keyakinanmu terhadap Allah. Kamu harus yakin
bahwa apa yang sudah terjadi dan yang akan terjadi, semua itu terjadi atas ketentuan
dan izin Allah.
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan
boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah
mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah: 216)